Home / Hukum

Rabu, 13 April 2022 - 23:50 WIB

Wabup Terpilih Pamekasan Diperiksa Kejari Terkait Dugaan Korupsi

Wabup terpilih Pamekasan Fattah Jasin menyampaikan keterangan pers kepada media, seusai pemilihan di kantor DPRD Pamekasan pada 28 Maret 2022.

Wabup terpilih Pamekasan Fattah Jasin menyampaikan keterangan pers kepada media, seusai pemilihan di kantor DPRD Pamekasan pada 28 Maret 2022.

PAMEKASAN – Wakil Bupati terpilih hasil pemilihan antarwaktu (PAW) di Kabupaten Pamekasan, Fattah Jasin, Rabu (13/4/2022), diperiksa oleh tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamongan, Jawa Timur terkait kasus dugaan korupsi dalam kasus proyek Penerangan Jalan Umum (PJU) tenaga surya tahun anggaran 2020.

Fattah Jasin dimintai keterangan oleh penyidik untuk dimintai pertanggung jawaban atas kasus tersebut saat ia menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Mantan Kepala Dishub Provinsi Jawa Timur ini tiba di kantor Kejaksaan Negeri Lamongan sekitar pukul 10.00 WIB, dan yang bersangkutan menjalani pemeriksaan di ruangan penyidik pidana khusus (Pidsus) Kejari Lamongan.

Wakil Bupati Pamekasan ini datang bersama dua orang, melalui pintu depan Kejari Lamongan, dan pulang melalui pintu belakang agar tidak diketahui wartawan yang sedang menunggu untuk konfirmasi kepada yang bersangkutan.

Kepala Kejaksaan Negeri Lamongan Dyah Ambarwati dalam keterangan kepada media setempat menyebutkan, Fattah Jasin memang dimintai keterangan terkait perkara kasus dugaan korupsi PJU-Tenaga Surya.

Tim penyidik Kejari Lamongan, kata dia, memang inten melakukan pemeriksaan dan pendalaman, sebagai berdasarkan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI), terdapat kerugian negara sebesar Rp40 miliar lebih dari proyek yang digelontorkan Pemprov Jatim melalui Dinas Perhubungan tersebut.

BACA JUGA:   Madura United Masih Cari Pengganti Rahmad Darmawan

Pagu anggaran proyek PJU Tenaga Surya bersumber dari dana hibah 2020 sebesar Rp75,134 miliar, dengan perincian untuk Kabupaten Lamongan sebesar Rp65,4 miliar, dan untuk Kabupaten Gresik sebesar Rp6,45 miliar.

Dari proyek di dua kabupaten itu, BPK menemukan adanya kerugian negara sebesar Rp40,9 miliar, sehingga berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, Kejari Lamongan melakukan penyelidikan, termasuk meminta keterangan Wakil Bupati Pamekasan terpilih Fattah Jasin, selaku Kepala Dishub Pemprov Jatim saat proyek itu digelar.

Soal Fattah Jasin Jadi Wabup Pamekasan
Saat ini, Mantan Kepala Dishub Provinsi Jawa Timur Fattah Jasin merupakan Wakil Bupati Pamekasan terpilihan menggantikan Wabup sebelumnya almarhum Raja’e.

Fattah Jasin ditetapkan sebagai Wabup Pamekasan terpilih berdasarkan hasil rapat paripurna DPRD Pamekasan dengan agenda pemilihan Wakil Bupati Pamekasan pengganti antarwaktu pada Selasa, tanggal 28 Maret 2022.

Ia ditetapkan sebagai Wabup Pamekasan terpilih setelah berhasil mengantongi 39 suara, mengungguli pesaingnya Agus Mulyadi yang hanya meraih 3 suara. 1 suara dinyatakan tidak sah.

BACA JUGA:   Pengusaha Subaidi Beri Rumah pada Yatim Almarhum Wabup Raja'e

Di Pamekasan, pencalonan Fattah Jasin sebagai Wakil Bupati Pamekasan sempat ditolak oleh sebagian warga, karena tersandra kasus korupsi. Selain, itu, kelompok yang menolak juga beralasan, karena yang bersangkutan tercatat sebagai penduduk di kabupaten lain, yakni Kabupaten Sumenep.

“Produk gagal” sempat menjadi lontaran pengunjuk rasa, saat melakukan aksi penolakan atas pencalonan Fattah Jasin sebagai Calon Wakil Bupati Pamekasan, karena sebelumnya yang bersangkutan mencalonkan sebagai Bupati Sumenep, akan tetapi gagal, karena kalah dukungan peroleh suara atas pesaingnya Achmad Fauzi.

Tapi Fattah Jasin menjelaskan, bahwa kasus dugaan korupsi yang melibatkan dirinya dan sempat diperiksa KPK itu sudah tundah, dan dirinya terbukti tidak bersalah. Terkait protes bahwa ia bukan warga Pamekasan, pria berkumis ini menjelaskan kepada media, bahwa dirinya merupakan keturunan Bupati Pamekasan Zainal Fattah yang memimpin Pamekasan pada 1942 hingga 1950.

“Selain itu, banyak juga Bupati Pamekasan yang memimpin Pamekasan selama ini, bukan berasal dari Kabupaten Pamekasan,” katanya, kala itu, menjelaskan. (PAMEKASAN-1).

Share :

Baca Juga

Hukum

Polisi: Korban Pencabulan Habib Dua Orang

Hukum

Rekam Jejak Fattah Jasin dalam Kasus Dugaan Korupsi

Hukum

Korupsi PJU Tenaga Surya Naik ke Penyidikan, Fattah Jasin Bisa Jadi Tersangka

Hukum

Polres Pamekasan Tahan Habib Tersangka Kasus Pencabulan Anak

Hukum

Sembilan Perusahaan Rokok Ilegal Disegel oleh Bea Cukai

Hukum

Pola Penindakan Rokok Ilegal oleh Bea Cukai Madura Menuai Protes