Beranda Peristiwa Truk Pengangkut Tembakau Jawa yang Dibakar di Pamekasan tujuan Sumenep

Truk Pengangkut Tembakau Jawa yang Dibakar di Pamekasan tujuan Sumenep

88
0
Truk pengangkut tembakau Jawa asal Bojonegoro yang dibakar gerombolan orang di Lapangan Desa Bulai, Kecamatan Galis Pamekasan pada 15 September 2022.

PAMEKASAN – Truk pengangkut tembakau Jawa yang dibakar oleh segerombolan orang di Lapangan Desa Bulai, Kecamatan Galis, Pamekasan pada 15 September 2022, ternyata bukan untuk tujuan Pamekasan, akan tetapi untuk tujuan Sumenep.

“Hasil penyidikan yang kami lakukan bukan truk itu mengangkut tembakau Jawa asal Bojonegoro dengan tujuan Sumenep, bukan Pamekasan,” kata Kasat Reskrim Polres Pamekasan AKP Eka Purnama.

Dalam keterangan pers yang disampaikan kepada media di Mapolres Pamekasan pada Rabu (21/9/2022) Eka menjelaskan, tembakau itu berasal dari Bojonegoro dan dibeli oleh warga Sumenep. Akan tetapi, saat melintas di Pamekasan truk dihadang oleh segerombolan orang berjumlah ratusan orang dan kemudian dibakar.

Namun, kasat tidak menjelaskan secara detail nama desa dan kecamatan yang menjadi tujuan tembakau. Ia juga tidak menjelaskan apakah tembakau itu untuk keperluan industri hasil tembakau atau tidak.

Namun, dia mengatakan, tembakau tersebut akan dikirim lagi ke wilayah Jember dan juga wilayah yang lain.

Apakah wilayah lain dimaksud ada nama suatu wilayah di Pamekasan yang disebut saksi? “Sementara masih proses, kita akan tanyakan lagi,” tutup AKP Eka.

Massa pencegat truk pengangkut tembakau Jawa ini melakukan aksi itu, karena menganggap masuknya tembakau Jawa ke Pamekasan akan merusak harga tembakau Madura. Apalagi, tembakau Jawa memang sudah dilarang masuk Pamekasan sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2022 tentang Penatausahaan Tembakau Madura.

Berdasarkan perda itu, larangan tembakau Jawa hanya di Pamekasan, sedangkan di tiga kabupaten lain, yakni Sumenep, Sampang dan Bangkalan tidak dilarang.

Perda yang menjadi dasar sebagian massa untuk melakukan aksi anarkis dengan membakar truk yang mengangkut tembakau Jawa yang masuk Pamekasan ini belum dilakukan uji publik dan hanya diterapkan di Kabupaten Pamekasan.

“Apa orang Pamekasan tidak ada yang mendatangkan barang dari Jawa ya?, ya jangan begitu dong. Pasir saja mendatangkan dari Jawa, kenapa saat orang Jawa mau menjual tembakau ke Pamekasan truknya langsung dibakar seperti itu. Kita sama-sama mencari rizki, jangan begitu,” demikian sebagian komentar warganet di sejumlah platform media sosial.

Sebanyak dua orang telah ditetapkan sebagai tersangka dan telah ditangkap polisi dalam kasus ini. Masing-masing berinisial SY ditangkap di Kecamatan Pakong, dan KH terminal Bus Ronggosukowati Pamekasan saat hendak pergi ke Jember.

Sementara itu, kasus pembakaran truk pengangkut tembakau Jawa ini bermula saat dua truk bernomor polisi S 8413 D yang dikemudikan oleh Busro (45) warga asal Desa Prayungan, Kecamatan Sumberrejo, Bojonegoro dan truk bernomor polisi S 9389 UF yang dikemudikan Supriyanto (40) warga Desa/Kecamatan Baureno, Bojonegoro melintas di perempatan Jalan Asem Manis Pamekasan.

Tiba-tiba sekelompok orang mengendarai beberapa mobil pikap datang mendekat dan menghentikan laju truk yang mengangkut tembakau Jawa itu.

Massa selanjutnya menurunkan tembakau rajang yang diangkut truk bernomor polisi S 9389 UF, sedangkan truk bernomor polisi S 8413 D melanjutkan perjalanan. Namun sesampainya di lapangan Desa Bulai, truk dibakar oleh massa, sedangkan truk bernomor polisi S 9389 UF meminta pengamanan dari amuk massa ke Mapolres Pamekasan.

Aksi penghentian paksa truk pengangkut tembakau Jawa oleh sekelompok massa ini, karena dikhawatirkan tembakau Jawa itu hendak dijadikan campuran tembakau Madura.

Di Pamekasan, upaya itu dilarang. Bahkan Pemkab Pamekasan telah menetapkan Perda Nomor 2 Tahun 2022 tentang Pengusahaan Tembakau Madura. Salah satu isinya, masyarakat dan pelaku usaha tata niaga tembakau dilarang memasok tembakau Jawa ke wilayah hukum Kabupaten Pamekasan sebagai campuran karena berpotensi merusak kualitas tembakau Madura. (PMK- PEMBAKARAN TEMBAKAU JAWA)

Tinggalkan Balasan