Home / Tajuk

Selasa, 2 November 2021 - 00:49 WIB

Sosok Yang Hilang di MTQ Jatim XXIX

PAMEKASAN – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Pamekasan Baddrut Tamam merupakan sosok paling populer selama kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXIX tingkat Jawa Timur digelar di Kabupaten Pamekasan mulai tanggal 2 hingga 11 November 2021.

Foto keduanya terpajang ‘mesra’ di berbagai banner, spanduk dan baliho di berbagai sudut kota, hingga beberapa ruas jalan raya menuju Kota Pamekasan. Duet Khofifah-Baddrut tersebar luas dan menjadi objek foto yang menggema di ruang publik. Maklum, foto kedua, memang untuk kepentingan publik, yakni kepentingan ajang lomba MTQ se-Jawa Timur yang digelar di Kabupaten Pamekasan.

Khofifah merepresentasikan sebagai orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, sedangkan Baddrut Tamam merepresentasikan sosok pemimpin di Kabupaten Pamekasan, sehingga pajangan foto antara Khofifah dengan Baddrut Tamam yang menghiasi sudut-sudut kota ini merupakan representasi dua institusi berbeda, yakni Pemprov Jatim dan Pemkab Pamekasan.

Foto keakraban antara keduanya, tidak hanya dalam pajangan formal dalam gelaran MTQ XXIX, akan tetapi dalam banyak momentum dan kesempatan. Salah satunya saat menunjukkan kepada publik, bahwa abang becakpun mendukung kegiatan MTQ XXIX tingkat Jawa Timur di Kabupaten Pamekasan.

Khofifah-Baddrut Tamam berfoto secara khusus pada besok yang ditempeli banner MTQ Jatim dan pada banner tersebut memang sudah terpajang foto Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Pamekasan Baddrut Tamam.

Bagi sebagian orang, kepopuleran foto Gubernur Jatim dan Bupati Pamekasan di ajang MTQ ini tentu wajar, karena keduanya merupakan pemimpin yang sekaligus penanggung jawab kegiatan. Gubernur merupakan pemimpin di Jawa Timur sekaligus penanggung jawab kegiatan MTQ XXIX tingkat Jawa Timur, dan demikian pula dengan Baddrut Tamam. Dalam persepsi yang seperti ini, tentu normatif memaknai tanda gambar dengan tanggung jawab moral sebagai pemimpin yang memang memiliki beban tanggung jawab kepemimpinan.

Baca Juga  Gubernur Lakukan Soft Launching MTQ XXIX Tingkat Jawa Timur

Namun tanda, atau ‘teks’ termasuk foto yang terserak dan menyebar di ruang publik, tentu tidak mungkin melahirkan tafsir tunggal. Perbedaan pemikiran, sudut pandang, serta kemampuan masing-masing orang dalam mengkaji ‘teks’ memberi ruang untuk melahirkan tafsir yang berbeda.

Duet ‘mesra’ Khofifah Indar Parawansa dan Baddrut Tamam di berbagai banner, spanduk dan baliho MTQ XXIX tingkat Jawa Timur ini bisa saja dipahami secara berbeda sebagai bentuk upaya sistemik, memunculkan Bupati Baddrut Tamam sebagai pendamping Khofifah Indar Parawansa, dengan sengaja menghilangkan peran Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elistianto Dardak.

Pemunculan sosok Baddrut Tamam dan peniadaan Wakil Gubernur Emil Dardak di ajang MTQ ini sebagai salah satu upaya sebagai bagian dari skenario politik, tentu cukup beralasan, karena pemimpin pemerintahan ini, memang dipilih secara politik. Maka menjadi wajar, jika ada sebagian masyarakat Pamekasan yang memprotes pemasangan gambar Khofifah Indar Parawansa dengan Bupati Pamekasan Baddrut Tamam tersebut di berbagai banner, spanduk dan baliho, tanpa memasang foto Wakil Gubernur Emil Elistianto Dardak.

Subjektivitas kelompok yang memprotes atas peniadaan foto Wagub Jatim Emil Elistianto Dardak ini bukan tanpa alasan sebagaimana juga pemasangan foto Baddrut Tamam hanya dengan Khofifah Indar Parawansa. Paling tidak, ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan. Pertama, peniadaan foto Emil Dardak sebagai upaya untuk menghapus secara pelan memori publik tentang sosok pendamping Khofifah dan menggantikannya dengan sosok Baddrut Tamam.

Baca Juga  Foto Khofifah-Baddrut Tamam mulai Menghiasi Kota Pamekasan

Baik Khofifah maupun Baddrut Tamam, nampaknya menyadari bahwa MTQ XXIX yang digelar di masa pandemi COVID-19 ini memiliki nilai berita bagus, sehingga akan menjadi perhatian media massa, apalagi kegiatan ini memang didukung dengan anggaran berita berbayar yang memadai. Empat sukses yang sering disampaikan Baddrut Tamam terkait pelaksanaan MTQ di Pamekasan, yakni sukses pelaksanaan dan sukses prestasi, sukses penerapan protokol kesehatan, sukses ekonomi, serta sukses amaliyah Qur’ani, juga menjadi unsur penting dalam mendukung nilai berita media massa.

Kedua, pemasangan foto Bupati Pamekasan bersama Gubernur Jatim tanpa Wakil Gubernur Emil Elistianto Dardak, tentu telah mengabaikan nilai-nilai yang mewujud dalam persepsi etis hirarki kepemimpinan di negeri ini yang sejatinya jabatan Wakil Gubernur lebih tinggi dibanding bupati.

Ketiga, dengan meniadakan gambar Wakil Gubernur Jatim itu, maka disatu sisi berpotensi membuka ruang tafsir bahwa wagub dinilai tidak layak untuk dipajang di kegiatan keagamaan MTQ, dan oleh karenanya, foto orang nomor dua di lingkup Pemprov Jatim tersebut tidak perlu dipajang sebagaimana foto Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan foto Bupati Pamekasan Baddrut Tamam.

Terlepas dari berbagai bentuk dan sudut pandang pemikiran diatas, yang jelas, kita semua berharap, pelaksanaan MTQ XXIX tingkat Provinsi Jawa Timur yang digelar di Kabupaten Pamekasan kali ini, bisa berjalan sukses sesuai harapan. Amien..! (PAMEKASAN)

Share :

Baca Juga

Tajuk

Hari Santri dan Momentum Berjihad Melawan Corona
%d blogger menyukai ini: