Beranda Hukum Sembilan Perusahaan Rokok Ilegal Disegel oleh Bea Cukai

Sembilan Perusahaan Rokok Ilegal Disegel oleh Bea Cukai

29
0
Rokok legal dan ilegal yang dipajang di Kantor Bea Cukai Madura

PAMEKASAN – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Madura menyebutkan ada sembilan perusahaan rokok ilegal di Pamekasan yang saat ini disegel karena diketahui memproduksi dan mengedarkan rokok tanpa pita cukai.

“Sampai sekarang, terdapat 9 PR yang masih dalam kondisi disegel,” kata Humas KPPBC Tipe Madya Pabean C Madura, Tesar Pratama, saat menemui perwakilan warga yang memprotes pola penindakan rokok ilegal oleh institusi itu, pada 15 Desember 2021.

Tindakan penyegela ini, dianggap Bea Cukai sebagai bentuk komitmen pada upaya penegakan hukum tentang peredaran rokok ilegal. “Kami tidak akan tutup mata terhadap PR yang melakukan pelanggaran,” kata Tesar.

Penindakan rokok ilegal itu, menurutnya sebagai wujud komitmen yang tidak membedakan apakah itu perusahaan rokok kecil atau perusahaan rokok besar, sehingga Bea Cukai tidak terkesan hanya menindak sopir maupun kenek mobil yang mengangkut rokok ilegal.

Tesar menyatakan, pada akhir 2018 lalu, pihaknya juga sudah menindak tegas salah satu PR yang terbukti melakukan aktivitasnya secara ilegal. Bahkan, pemilik perusahaan rokok tersebut diproses hukum hingga ke pengadilan dan sudah mendapat hukuman.

“Dalam menyasar peredaran rokok ilegal, kami tidak hanya mendatangi toko kecil, kami juga menyasar beberapa PR illegal, baik yang menempati perumahan atau pun pergudangan yang memproduksi rokok illegal. Ini salah satu upaya kami dan pemerintah menekan peredaran rokok ilegal di Pamekasan,” katanya, menegaskan.

Menyinggung tudingan ada oknum Petugas Bea Cukai Madura yang meminta sejumlah uang kepada pemilik perusahaan sebagaimana disampaikan perwakilan warga saat itu, Tesar berharap untuk melapor kepadanya dengan menyebutkan nama oknum, kapan kejadiannya dan lokasi perusahaan rokoknya yang dimintai uang tersebut. “Dan bila terbukti, oknum itu akan diproses secara kepegawaian,” katanya, menegaskan. (PAMEKASAN-1)

Tinggalkan Balasan