Home / Politik

Minggu, 24 April 2022 - 01:54 WIB

Sebelum Pilwabup, Saya Ditawari Proyek Rp500 Juta

Moh Khomarul Wahyudi anggota DPRD dari Partai Bulan Bintang (PBB) Pamekasan.

Moh Khomarul Wahyudi anggota DPRD dari Partai Bulan Bintang (PBB) Pamekasan.

PAMEKASAN – Meski pemilihan wakil bupati (pilwabup) Pamekasan telah usai, namun pesta demokrasi tersebut hingga kini masih memunculkan berbagai asumsi dari sejumlah pihak. Antara lain tentang rekayasa calon yang mendaftar, serta rumur seputar dugaan praktik politik uang (money politic).

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pusat Advokasi Masyarakat Nusantara (Pusara) bahkan telah melaporkan dugaan adanya praktik politik uang pemilihan Wakil Bupati Pamekasan itu ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kabarnya, laporan itu berdasarkan pengakuan salah seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) ke Direktur LBH Pusara Marsuto Alfianto. Si anggota dewan itu, pernah ditawari proyek oleh salah seorang anggota tim Fattah Jasin senilai ratusan juta untuk memenangkan Fattah Jasin.

Namun, juru bicara partai koalisi Heru Budi Prayitno memang menepis dugaan tersebut, dan menebut, itu kabar bohong atau hoaks. “Soal itu  sepertinya hoaks. Biasa, untuk menjatuhkan calon,” ungkap politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu, Rabu (20/4/2022).

Fattah Jasin sendiri menyebut laporan LBH Pusara itu fitnah. Pria yang mencalonkan diri sebagai Bupati Sumenep, tapi kalah itu mengaku tidak pernah mengeluarkan uang sepeser pun dalam proses Pilwabup Pamekasan. Menurutnya, laporan itu harus disertai bukti yang kuat. Tidak hanya sekadar pernyataan. “Proyek dari mana, saya jadi wabup saja belum,” ucapnya.

BACA JUGA:   Wabup Terpilih Pamekasan Diperiksa Kejari Terkait Dugaan Korupsi

Ia semua tudingan praktik politik uang di DPRD Pamekasan. Katanya, ia tidak pernah menawarkan ataupun menjanjikan apa pun kepada anggota DPRD Pamekasan. Namun, jika tawaran itu disebut datang dari timnya, maka ketua partai koalisi yang menurutnya berhak mengklarifikasi.

“Kalau tawaran itu datang dari tim. Ya tanyakan ke tim saya. Tim saya partai koalisi,” ujar Fatah, sebagaimana juga telah dibantah oleh juru bicara tim koalisi partai pengusung, yakni Heru Budi Prayitno.

Ketua Partai Koalisi Ali Wafa Subki mengaku tidak berhak untuk mengklarifikasi dugaan praktik suap pada Pilwabup Pamekasan yang memenangkan Fatah Jasin asal Kabupaten Sumenep tersebut, karena PKB mengusulkan Agus Mulyadi, yakni calon yang kalah Pilwabup yang digelar pada 28 Maret 2022 itu.

Berbeda dengan Heru dan Ali Wafa, anggota DPRD dari Partai Bulan Bintang Pamekasan Moh Khomarul Wahyudi mengaku, sebelum pelaksanaan pilwabup, dia sempat ditawari proyek senilai Rp200 juta oleh seseorang untuk memenangkan Fattah Jasin. Tapi ia menolak.

BACA JUGA:   Rekam Jejak Fattah Jasin dalam Kasus Dugaan Korupsi

Tawaran dinaikkan menjadi Rp500 juta, tapi politikus muda ini tetap tidak bersedia. “Saya tetap tidak mau. Saya menolak,” ungkap anggota Komisi IV DRPD Pamekasan seperti dilansir, kabarmadura.id, pada 20 April 2022.

Wahyudi mengaku tidak memiliki bukti fisik terkait tawaran tersebut. Namun, dia berani mempertanggungjawabkan perbuatannya. Bahkan, dia menantang seluruh ketua partai koalisi dan seluruh anggota DPRD untuk bersumpah di bawah Alquran, bahwa pilwabup tanpa politik uang.

“Kalau memang tidak ada money politic, ayo kita sama-sama sumpah di bawah Alquran atas nama Allah, kalau memang berani,” tegasnya.

Wakil Bupati Pamekasan terpilih Fattah Jasin memang merupakan calon yang sempat diunjuk rasa sebagian warga Pamekasan dengan berbagai alasan. Selain karena pernah terindikasi terjerat kasus dugaan korupsi, juga karena yang bersangkutan bukan warga Pamekasan. Bahkan, beberapa hari setelah terpilih jadi wabup, Fattah malah diperiksa Kejari, terkait kasus dugaan korupsi PJU Tenaga Surya, saat ia menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan di Pemprov Jatim. (PMK-MKB)

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Warga Pamekasan Demo Penggantian Wabup dan Pemalsuan Tanda Tangan

Politik

Jabatan Wabup Pamekasan Kosong Sudah Mencapai Sembilan Bulan

Politik

Bendum DPP BMI Bakar Semangat Kader Banteng Muda di Madura

Politik

Putra Gubernur dan Puluhan Kepala Daerah di Jatim Gabung Demokrat

Politik

Cucu Pendiri NU Tinggalkan PKB dan Kini Bergabung PDI Perjuangan