Home / Hukum

Rabu, 2 Februari 2022 - 22:43 WIB

Polres Pamekasan Tahan Habib Tersangka Kasus Pencabulan Anak

Jemaah Habib pelaku pencabutan saat mendatangi Mapolres Pamekasan di malam penangkapan sang Habib pada 31 Januari 2022.

Jemaah Habib pelaku pencabutan saat mendatangi Mapolres Pamekasan di malam penangkapan sang Habib pada 31 Januari 2022.

PAMEKASAN – Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Pamekasan AKP Tommy Prambana menegaskan, tetap menahan, dan membantah telah melepas seorang habib, tersangka kasus pencabulan anak di bawah umur yang dilakukan oknum tokoh agama setempat.

“Itu tidak benar. Sampai saat ini yang bersangkutan tetap kami tahan,” kata Tommy dalam keterangan persnya kepada media, Rabu (2/2/2022), mengklarifikasi kabar yang beredar di sejumlah media sosial yang menyebutkan bahwa Polres Pamekasan melepas tersangka pelaku pencabulan anak, karena pelakunya seorang habib.

Tommy menjelaskan, habib tersangka pelaku pencabulan anak di bawah umur itu sudah resmi menjadi tersangka.

Polisi tidak akan melepas yang bersangkutan, karena dikawatirkan melarikan diri, atau menghilangkan barang bukti.

Ia menuturkan, sebelum ditangkap, tersangka sempat menghilang, dan mengabaikan panggilan tim penyidik Polres Pamekasan, sehingga pihaknya melakukan penangkapan paksa.

“Kalau tersangka dilepas, semisal menjadi tahanan kota, maka dikhawatirkan akan menghilang lagi,” katanya, menjelaskan.

BACA JUGA:   Polisi: Korban Pencabulan Habib Dua Orang

Kasus penangkapan tersangka pelaku pencabulan anak di bawah umur oleh seorang habib berinisial YS itu terungkap atas laporan korban dan orang tuanya ke Mapolres Pamekasan pada November 2021.

Korban dua orang, dan semuanya merupakan santri Habib Ys.

“Sebenarnya korban pencabulan sang habib ini ada enam orang, akan tetapi yang melapor ke kami hanya dua orang,” katanya.

Habib Ys ditangkap tim Reskrim Polres Pamekasan pada 31 Januari 2022 saat yang bersangkutan hendak menyampaikan ceramah pada acara pengajian umum di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.

Ia ditangkap petugas saat tiba di lokasi pengajian. Petugas langsung menggiring yang bersangkutan dan membawa paksa sang habib ke Mapolres Pamekasan.

Para jamaah Habib mengira penangkapan sang da’e itu tanpa sebab, sehingga mereka sempat mendatangi Mapolres Pamekasan dan meminta tim Reskrim Polres Pamekasan membebaskan yang bersangkutan.

Namun, setelah diberi penjelasan oleh tokoh masyarakat setempat, jemaah ini akhirnya membubarkan diri dan memasrahkan kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh sang Habib diproses secara hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

BACA JUGA:   Sembilan Perusahaan Rokok Ilegal Disegel oleh Bea Cukai

“Mereka akhirnya mengerti duduk persoalannya, dan bersedia meninggalkan Mapolres Pamekasan,” kata Kasat Reskrim Polres Pamekasan AKP Tommy Prambana.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya itu, polisi menjerat tersangka dengan Pasal 82 ayat 1 dan 2 junto Pasal 76E Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Ancamannya hukuman penjara paling lama 15 tahun dan denda Rp5 miliar.

Kasus pencabulan anak di bawah umur yang ditangani Polres Pamekasan dengan tersangka seorang habib berinisial YS kali ini merupakan kasus kedua. Kasus serupa dengan tersangka MA. Korbannya anak berusia 14 tahun, sedangkan pelakunya merupakan tetangganya. (PAMEKASAN-A12)

Share :

Baca Juga

Hukum

Pola Penindakan Rokok Ilegal oleh Bea Cukai Madura Menuai Protes

Hukum

Rekam Jejak Fattah Jasin dalam Kasus Dugaan Korupsi

Hukum

Sembilan Perusahaan Rokok Ilegal Disegel oleh Bea Cukai

Hukum

Korupsi PJU Tenaga Surya Naik ke Penyidikan, Fattah Jasin Bisa Jadi Tersangka

Hukum

Wabup Terpilih Pamekasan Diperiksa Kejari Terkait Dugaan Korupsi

Hukum

Kasus Pemukulan Warga oleh Anggota Polres Pamekasan Berakhir Damai

Hukum

Dua Pemuda Desa Larangan Badung Jadi Korban Pemukulan Polisi

Hukum

Korban Tewas dalam Tragedi Kanjuruhan Mencapai 133 orang