Home / Hukum

Rabu, 2 Februari 2022 - 13:39 WIB

Polisi: Korban Pencabulan Habib Dua Orang

Jemaah Habib pelaku pencabutan saat mendatangi Mapolres Pamekasan di malam penangkapan sang Habib pada 31 Januari 2022.

Jemaah Habib pelaku pencabutan saat mendatangi Mapolres Pamekasan di malam penangkapan sang Habib pada 31 Januari 2022.

PAMEKASAN – Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Pamekasan AKP Tommy Prambana menjelaskan, anak di bawah umur yang menjad korban kasus pencabulan yang dilakukan Habib berinisial YS dan kini sedang diusut Polres Pamekasan sebanyak dua orang.

“Yang pertama kelahiran Pamekasan, dan yang kedua kelahiran Jakarta. Semuanya masih di bawah umur,” kata Tommy dalam keterangan persnya kepada sejumlah wartawan di Pamekasan, Rabu (2/2/2022).

Kasus pencabulan anak di bawah umur yang dilakukan seorang Habib berinisial YS ini terungkap, atas laporan korban dan orang tuanya ke Mapolres Pamekasan pada November 2021.

Polisi selanjutnya melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk saksi korban. “Dari hasil pemeriksaan yang kami lakukan, terungkap bahwa ada dugaan kuat bahwa kasus pencabulan itu memang terjadi dan korbannya banyak,” kata Tommy.

BACA JUGA:   Korupsi PJU Tenaga Surya Naik ke Penyidikan, Fattah Jasin Bisa Jadi Tersangka

Hasil penyelidikan tim Reskrim Polres Pamekasan menyebutkan, ada enam orang yang menjadi korban kasus pencabulan yang dilakukan oleh Habib itu. Namun, dari jumlah itu hanya dua orang yang melapor ke Mapolres Pamekasan.

“Dan anak di bawah yang menjadi korban pencabulan sang Habib ini, semuanya adalah santrinya,” kata Tommy, menjelaskan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sejumlah saksi dan didukung oleh bukti permulaan yang cukup itu, polisi selanjutnya melayangkan surat panggilan kepada terlapor. Namun, dalam dua kali panggilan yang dilayang oleh tim penyidik Polres Pamekasan, sang Habib tidak memenuhi panggilan polisi, tanpa alasan yang jelas.

“Akhirnya saat hendak menghadiri undangan ceramah pada 31 Januari 2022, angota melakukan penangkapan kepada tersangka,” katanya, menjelaskan.

Para jamaah Habib mengira penangkapan sang da’e itu tanpa sebab, sehingga mereka sempat mendatangi Mapolres Pamekasan dan meminta tim Reskrim Polres Pamekasan membebaskan yang bersangkutan.

BACA JUGA:   Wabup Terpilih Pamekasan Diperiksa Kejari Terkait Dugaan Korupsi

Namun, setelah diberi penjelasan oleh tokoh masyarakat setempat, jemaah ini akhirnya membubarkan diri dan memasrahkan kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh sang Habib diproses secara hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Mereka akhirnya mengerti duduk persoalannya, dan bersedia meninggalkan Mapolres Pamekasan,” kata Kasat Reskrim Polres Pamekasan AKP Tommy Prambana.

Laporan dugaan tindak pidana kasus pencabulan anak dibawah umur yang dilakukan oleh sang Habib itu tercatat dalam nomor laporan polisi: LP-B/488/XI/RES 1.24./2021/SPKT/Polres Pamekasan.

Pelapor merupakan santri sang Habib dan orang tua korban. Penetapan tersangka pada terlapor dilakukan polisi, setelah tim penyidik menggelar perkara dan menemukan dua alat bukti yang cukup sebagai permolaan. (PAMEKASAN-B59)

Share :

Baca Juga

Hukum

Pola Penindakan Rokok Ilegal oleh Bea Cukai Madura Menuai Protes

Hukum

Polres Pamekasan Tahan Habib Tersangka Kasus Pencabulan Anak

Hukum

Rekam Jejak Fattah Jasin dalam Kasus Dugaan Korupsi

Hukum

Wabup Terpilih Pamekasan Diperiksa Kejari Terkait Dugaan Korupsi

Hukum

Sembilan Perusahaan Rokok Ilegal Disegel oleh Bea Cukai

Hukum

Korupsi PJU Tenaga Surya Naik ke Penyidikan, Fattah Jasin Bisa Jadi Tersangka