Beranda Ekubis Penduduk Miskin Pamekasan 2020 Bertambah 6,98 Ribu Jiwa

Penduduk Miskin Pamekasan 2020 Bertambah 6,98 Ribu Jiwa

94
0

PAMEKASAN – Angka kemisikinan di Kabupaten Pamekasan terus bertambah, meski pemerintah daerah setempat massif mempublikasikan program pemberdayaan ekonomi, melalui program wirausaha baru yang disebut-sebut sebagai program prioritas pemimpin di wilayah itu.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pamekasan merilis, pada tahun 2020, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Pamekasan mencapai 129,41 ribu jiwa (14,60 persen), bertambah 6,98 ribu jiwa dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 122,43 ribu jiwa (13,95persen).

Jika dibandingkan dengan wilayah lain di Jawa Timur, persentase Penduduk Miskin di Kabupaten Pamekasan berada pada peringkat 32 dari 38 kabupaten/kota. Kota Batu tercatat mempunyai persentase Penduduk Miskin terendah yakni 3,89 persen, sedangkan persentase tertinggi Kabupaten Sampang yakni 22,78 persen.

Garis Kemiskinan di Kabupaten Pamekasan pada Maret 2020 tercatat sebesar Rp357.074,-/ kapita/bulan atau meningkat sebesar 7,3 persen dari Garis Kemiskinan pada Maret 2019. Pada periode Maret 2019 – Maret 2020, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) mengalami peningkatan.

Indeks Kedalaman Kemiskinan pada Maret 2020 sebesar 1,89, naik dibandingkan Maret 2019 yang sebesar 1,85. Sebaliknya, dengan Indeks Keparahan Kemiskinan, pada periode yang sama mengalami
penurunan dari 0,39 menjadi 0,37.
Secara umum, demikian rilis BPS Pamekasan, pada periode 2010-2019 tingkat kemiskinan di Kabupaten Pamekasan terus mengalami penurunan, namun pada tahun 2020 terjadi peningkatan.

Pada tahun 2010, persentase peduduk miskin di Kabupaten Pamekasan mencapai 179,2 ribu jiwa atau
22,44 persen dari total penduduk. Selanjutnya pada tahun-tahun berikutnya terus mengalami penurunan menjadi 13,95 persen (122,4 ribu jiwa) pada tahun 2019. Sebaliknya, pada tahun 2020 terjadi peningkatan tingkat kemiskinan di Kabupaten Pamekasan menjadi 14,60 persen, yang menurut BPS akibat pandemi COVID-19. (PAMEKASAN-22)

Tinggalkan Balasan