PAMEKASAN.NET

Aktual dan Inspiratif

Politik

KPU dan Bawaslu Pamekasan Mulai Beda Pendapat

PAMEKASAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Pamekasan mulai beda pendapat terkait jumlah pemilih di tempat pemungutan suara (TPS) untuk Pemilu 2024.

KPU Pamekasan menetapkan jumlah maksimal sebanyak 300 orang, sedangkan Bawaslu Pamekasan hingga 500 orang. Dasar KPU Pamekasan adalah arahan KPU RI, sedangkan Bawaslu Pamekasan mengacu kepada Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

“Di Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 dinyatakan bahwa jumlah pemilih di setiap TPS paling banyak 500 orang,” kata Komisioner Bawaslu Pamekasan Suryadi kepada media.

BACA JUGA:   Sebelum Pilwabup, Saya Ditawari Proyek Rp500 Juta

Sementara Ketua KPU Pamekasan Mohammad Halili menyatakan, pembatasan 300 orang di setiap TPS, karena arahan dari KPU RI.

“Kami penyelenggara di daerah sifatnya merealisasikan regulasi yang sudah ditetapkan dari KPU pusat,” katanya, tanpa menjelaskan secara detail acuran regulasi dimaksud.

Dengan pembatasan jumlah pemilih per TPS maksimal 300 orang itu, maka TPS yang dibutuhkan di Kabupaten Pamekasan untuk pemilu 2024 sebanyak 3.375 TPS dengan asumsi jumlah pemilih 731.517 jiwa sebagaimana data sebagaimana dalam daftar pemilih berkelanjutan (DPB) per September 2022.

BACA JUGA:   Polres Pamekasan tangkap tersangka pembakaran truk pengangkut tembakau Jawa

Pada pemilu 2019 jumlah TPS di Pamekasan sebanyak 3.133 TPS dengan jumlah pemilih sebanyak dari 713.679 jiwa atau bertambah sebanyak 242 TPS pada pemilu 2024 dibanding pemilu 2019. (PMK- PEMILU 2024)

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *