Home / Politik

Kamis, 25 November 2021 - 22:23 WIB

Jabatan Wabup Pamekasan Kosong Sudah Mencapai Sembilan Bulan

Dokumen foto almarhum Wakil Bupati Pamekasan Raja'e. Ia diberhentikan dengan hormat di forum sidang DPRD Pamekasan pada 15 Februari 2021 dan hingga 25 November 2021 belum ada penggantinya.

Dokumen foto almarhum Wakil Bupati Pamekasan Raja'e. Ia diberhentikan dengan hormat di forum sidang DPRD Pamekasan pada 15 Februari 2021 dan hingga 25 November 2021 belum ada penggantinya.

PAMEKASAN – Jabatan Wakil Bupati Pamekasan yang kosong setelah pemberhentikan Raja’e dengan hormat oleh lembaga legislatid di DPRD Pamekasan pada 15 Februari 2021 hingga 25 November 2021 ini sudah mencapai sembilan bulan 10 hari.

DPRD Pamekasan belum menetapkan pengganti almarhum Wabup Raja’e meskipun telah membentuk panitia pemilihan (panlih) untuk memproses pergantian orang nomor dua di lingkungan Pemkab Pamekasan tersebut.

Menurut Wakil Ketua DPRD Pamekasan Hermanto menyatakan, proses pergantian Wakil Bupati Pamekasan almarhum Raja’e hingga kini belum bisa digelar karena terkendala revisi tata tertib (tatib) pemilihan.

“Ada beberapa poin di dalam tata tertib pemilihan yang tidak singkron, sehingga panitia perlu melakukan revisi,” kata Hermanto, menjelaskan tindak lanjut pergantian Wakil Bupati Pamekasan itu kepada media setempat, Kamis (25/11/2021).

Ia menjelaskan, rancangan revisi telah disampaikan oleh panitia pemilihan ke Biro Hukum Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Menteri Dalam Negeri.

Akan tetapi, hingga saat ini, DPRD Pamekasan belum menerima surat balasan mengenai usulan revisi tatib tersebut, sehingga pantia pemilihan (panlih) tidak bisa mengambil tindakan lebih lanjut.

Baca Juga  Cucu Pendiri NU Tinggalkan PKB dan Kini Bergabung PDI Perjuangan

“Sejauh belum ada surat balasan, kami tidak bisa melanjutkan, karena kami juga menunggu petunjuk teknis lebih lanjut,” katanya.

Pernyataan Wakil Ketua DPRD Pamekasan Hermanto ini disampaikan sekaligus menanggapi desakan sekelompok masyarakat yang mempertanyakan kinerja panitia pemilih DPRD Pamekasan yang sampai saat ini belum menetapkan pengganti Wakil Bupati Pamekasan Raja’e.

Sebelumnya pada 24 November 2021, sekelompok orang berunjuk rasa ke kantor DPRD Pamekasan mempertanyakan tindak lanjut pergantian Wakil Bupati Pamekasan.

Massa menilai, tidak jelasnya penggantian Wakil Bupati Pamekasan itu menunjukkan seakan lembaga legislatif tersebut kurang peduli pada kepercayaan masyarakat Pamekasan yang telah memilih Raja’e sebagai wakil bupati pada pilkada 2018.

Wakil Bupati Pamekasan Raja’e diberhentikan secara terhormat oleh lembaga DPRD Pamekasan pada 15 Februari 2021 setelah yang bersangkutan tidak bisa menjalankan tugasnya sebagai pendamping Bupati Pamekasan Baddrut Tamam, karena meninggal dunia akibat penyakit komplikasi yang dideritanya.

Baca Juga  Bendum DPP BMI Bakar Semangat Kader Banteng Muda di Madura

Namun hingga sembilan bulan berlangsung, proses pergantian Wakil Bupati Pamekasan belum jelas.

Hingga 24 November 2021, kekosongan jabatan Wakil Bupati Pamekasan telah berlangsung selama sembilan bulan sembilan hari.

“Atas dasar itulah, kami datang kesini, kok bisa selama itu proses penggantian wakil bupati ini. Bagi kami ini tidak wajar dan menciderai kepercayaan masyarakat di Pamekasan ini,” kata juru bicara warga saat berunjuk rasa kala itu, Ibas.

Selain masalah pergantian Wakil Bupati Pamekasan yang dinilai pengunjuk rasa sangat lambat, persoalan lain yang juga disampaikan pengunjuk rasa kala itu tentang pengusutan pemalsuan proposal bantuan dana oleh oknum anggota DPRD Pamekasan ke Bank Jatim yang mengatas namakan institusi itu.

Tuntutan lainnya tentang tindak lanjut pengusutan dugaan penggelembungan harga beli mobil SIGAP oleh pansus DPRD Pamekasan yang hingga kini belum jelas. (PAMEKASAN-22)

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Warga Pamekasan Demo Penggantian Wabup dan Pemalsuan Tanda Tangan

Politik

Cucu Pendiri NU Tinggalkan PKB dan Kini Bergabung PDI Perjuangan

Politik

Bendum DPP BMI Bakar Semangat Kader Banteng Muda di Madura