Beranda Tajuk Dari Perampokan, Pencurian, hingga Begal Payudara

Dari Perampokan, Pencurian, hingga Begal Payudara

469
0
Ilustrasi polisi dan kasus kekerasan

PAMEKASAN – Bagi anda yang hendak ke Kabupaten Pamekasan, sebaiknya lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan. Sebab, kondisi keamanan di kabupaten tersebut akhir-akhir ini semakin memburuk.

Sejumlah kasus tindak pidana kriminal, sering terjadi akhir-akhir ini. Di antaranya, seperti kasus perampokan, pencurian, hingga kasus begal payudara.

Berdasarkan pemberitaan media massa yang dipantau pamekasan.net, meningkatnya tindak pidana kriminal di kabupaten ini, memasuki tahun 2022, atau sekitar tiga bulan sejak AKBP Rogib Triyanto memimpin Polres Pamekasan.

Pada 22 Februari 2022, media daring tribunnews.com memberitakan, bahwa seorang perempuan di Kabupaten Pamekasan, mengaku menjadi korban begal payudara di Jalan Raya Trasak, Kecamatan Larangan, pada Selasa (22/2/2022) malam.

Peristiwa cabul ini terkuak dan viral setelah salah satu akun Instagram @infomdr memposting Direct Message (DM) dari perempuan yang mengaku menjadi korban begal payudara tersebut.

Korban bercerita bahwa dirinya menjadi korban begal payudara di Jalan Raya Pamekasan-Sumenep tepatnya didekat Alfamart, Trasak.

Ciri-ciri pelaku mengendarai motor beat putih, memakai kemeja garis hitam putih dan memakai sarung.

“Halo kak tolong Jalan Raya Pamekasan-Sumenep khususnya di dekat PT Alfamart Trasak dipasang lampu. Barusan saya jadi korban begal payudara. Pokoknya tadi ciri-cirinya motor beat putih, kemeja garis hitam putih, pakai sarung,”. Demikian penuturan korban sebagaimana dilansir tribunnews.com, kala itu.

Pimpinan otoritas keamanan di Kecamatan Larangan AKP Tamsil Efendi kabarnya langsung merespon kejadian itu dengan meningkatkan patroli.

Entah patroli beneran, atau sebatas patroli biasa, seperti biasa dilakukan petugas di era media sosial. Misalnya datang ke suatu tempat, lalu berfoto dan diungguh ke media sosial dengan keterangan yang menyebutkan bahwa polisi sedang patroli.

“Tadi malam anggota kami juga stand by. Dari Polsek Larangan juga sering patroli ke sana, kami terus pantau situasi di sana,” kata AKP Tamsil Efendi kepada media kala itu.

Pola keamanan passif, lebih diperioritaskan, yakni menunggu laporan masyarakat. Alasannya, agar polisi bisa bertindak lebih cepat dan akurat.

“…kalau ada laporan lebih enak ke kami untuk melakukan patroli dan memetakan kerawanan,” paparnya.

Kasus begal payudara ini, tentu bukan yang terakhir. Kejadian berikutnya adalah perampokan dan pencurian.

Perampokan terjadi di Desa Tambung, Kecamatan Pademawu, sedangkan pencurian di Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan.

Kasus perampokan menimpa seorang nenek bernama Sura (62) warga Dusun Biris Daya, Desa Tambung, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan.

Ia dirampok dan dibunuh oleh pelaku tak dikenal pada 15 Juli 2022 sekitar pukul 04.15 WIB, di area pemotongan kayu desa setempat.

Korban mengalami luka pada bagian pelipis kanan serta beberapa benjolan di bagian kepala bekalang, dan bibir korban pecah akibat benturan benda keras.

Sedangkan kasus pencurian terjadi di Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Pamekasan di tiga rumah di Dusun Bentar, Desa Blumbungan. Korban atas nama M Sadali, Salim dan Pak Puhari.

Kasus pencurian ini terjadi saat korban bersama keluarganya keluar rumah untuk menonton imtihanan. Saat korban pulang dan masuk ke dalam rumah didapati di salah satu kamar sudah berantakan.

Dari tiga kasus yang terjadi ini, pelakunya belum tertangkap.

Kabag Humas Polres Pamekasan Iptu Nining Dyah dalam keterangan persnya kepada sejumlah media, Minggu (17/7/2022) menyatakan polisi memang telah mengetahui kejadian tersebut dan kini mulai melakukan pengusutan.

Kabarnya, institusi ini berjanji, akan mengusut tuntas kasus pencurian itu termasuk kasus perampokan yang sebelumnya terjadi di Desa Tambung, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, serta pelaku begal payudara yang juga telah meresahkan masyarakat dan kaum perempuan di Kecamatan Larangan.

Tindakan tegas dalam memberikan rasa aman polisi itu sangat dibutuhkan, karena para personel di institusi ini memang digaji oleh negara menjaga dan menjamin rasa aman di masyarakat. Selamat bertugas pak polisi… Kami menunggu aksimu, bukan janjimu…! (TIM PAMEKASAN.NET)

Tinggalkan Balasan