Home / Kesehatan / Pemerintahan

Sabtu, 18 Desember 2021 - 02:54 WIB

Cakupan Umum Rendah, Vaksinasi Anak 6-11 Tahun Tak Bisa Digelar

PAMEKASAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, menyatakan, vaksinasi COVID-19 untuk anak berusia 6 hingga 11 tahun di wilayah itu belum bisa dilaksanakan karena cakupan vaksinasi untuk masyarakat umum masih rendah.

“Sesuai dengan ketentuan, vaksinasi untuk anak usia 6 hingga 11 tahun baru bisa digelar, apabilan cakupan vaksinasi mencapai minimal 70 persen,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pamekasan dr Nanang Suyanto.

Dalam keterangan pers yang disampaikan kepada media di Pamekasan, Jumat (17/12/2021), ketentuan tersebut, sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor: HK.01.07/MENKES/6688/2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 bagi Anak Usia 6 Sampang 11 Tahun.

Sejauh ini, sambung dia, vaksin COVID-19 bagi anak dan remaja, hanya untuk umur 12 ke atas, sedangkan anak umur 6 hingga 11 tahun belum.

Untuk memperluas sasaran kelompok usia dalam rangka menciptakan kekebalan komunitas guna mencegah penyebaran COVID-19, maka pemerintah memperluas cakupan vaksinasi pada anak usia 6 hingga 11 tahun.

BACA JUGA:   Gubernur Jatim Luncurkan Sekolah Tangguh di Pamekasan

Vaksinasi COVID-19 untuk anak usia 6 hingga 11 tahun ini, setelah pemerintah memperhatikan rekomendasi yang dikeluarkan oleh Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional atau ITAGI.

Nanang menjelaskan, kick off vaksinasi COVID-19 bagi anak usia 6 hingga 11 tahun memang telah diberlakukan di sejumlah daerah di Indonesia.

Ketentuannya, cukupan minimal 70 persen untuk dosis pertama dan 60 persen untuk dosis kedua. “Jika tidak memenuji persentase minimal cakupan, maka tidak bisa,” katanya.

Di Kabupaten Pamekasan, sambung dia, cakupan vaksinasi COVID-19 untuk kalangan masyarakat umum baru mencapai 32 persen lebih.

“Sehingga kita tidak bisa melakukan kick off vaksinasi untuk anak usia 6 hingga 11 tahun tersebut,” katanya, menjelaskan.

Sebelumnya, Dinkes Provinsi Jawa Timur merilis, Kabupaten Pamekasan terdata sebagai kabupaten paling rendah cakupan vaksinasi dibanding tiga kabupaten lain di Pulau Madura.

BACA JUGA:   BEM Unira Evaluasi Kepemimpinan Baddrut Tamam

Cakupan vaksinasi di Kabupaten Pamekasan 32,75 persen, Sumenep 40,58 persen, Sampang 41,32 persen dan cakupan vaksinasi COVID-19 di Kabupaten Bangkalan mencapai 42,45 persen dari total jumlah pendudukan di wilayah itu.

Rilis data cakupan vaksinasi COVID-19 yang disampaikan Dinkes Jatim ini, membantah klaim Bupati Pamekasan Baddrut Tamam yang sebelumnya menyebutkan, bahwa cakupan vaksinasi COVID-19 di Pamekasan sudah mencapai 70 persen.

Menurut Kabid P2P Dinkes Pamekasan dr Nanang Suyanto, yang menjadi penyebab utama rendahnya cakupan vaksinasi COVID-19 di Kabupaten Pamekasan itu, karena banyak warga terpengaruh dengan kabar bohong di media sosial, seperti facebook, twitter dan instagram serta youtobe yang menampung konten informasi publik yang menyebutkan bahwa vaksin COVID-19 berbahaya bagi kesehatan.

“Maka dari itu, kami terus berupaya memperluas cakupan vaksinasi ini, agar kekebalan komunitas dalam rangka mencegah penyebaran COVID-19 terwujud,” kata Nanang. (PAMEKASAN-22)

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Inilah Rekomendasi Petani Garam Madura untuk Pemerintah

Pemerintahan

Program “Satu Guru Satu Buku” Diluncurkan di Pamekasan

Kesehatan

Pamekasan Peringkat Kedua Jawa Timur dalam Kasus Stunting

Pemerintahan

BEM Unira Evaluasi Kepemimpinan Baddrut Tamam

Kesehatan

BKKBN Menetapkan Kabupaten Pamekasan Masuk Zona Merah Kasus Stunting

Pemerintahan

Baddrut Tamam Imbau Semua OPD Hataman Alquran

Pemerintahan

Dana Retribusi Pasar Rp480 Juta Digelapkan Abdi Negara Pamekasan

Pemerintahan

Penggelapan Retribusi Pasar Rp480 Juta Terjadi Saat Pamekasan Terima WTP