October 14, 2021

pamekasan.net

Pusat Informasi Pamekasan

Strategi Menguji Kinerja Aparatur Ala Bupati Pamekasan

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam saat menghadiri rapat paripurna DPRD Pamekasan.

PAMEKASAN – Bupati Pamekasan Baddrut Tamam akhirnya menjelaskan seputar sorotan yang disampaikan oleh sebagian masyarakat dan sejumlah media massa yang menyebutkan bahwa Kabupaten Pamekasan merupakan kabupaten Plt (Pelaksana Tugas) karena sebagian pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) dijabat oleh Plt.

Salah satu media massa yang menyoroti adanya beberapa pimpinan organisasi perangkat daerah yang berstatus Plt adalah kompas.com pada 15 Januari 2020.

Kontributor media ini, Taufiqurrahman, memuat berita berjudul “Pamekasan Dijuluki Kabupaten Plt Pejabat, Ini Penyebabnya” merujuk kepada pernyataan Ketua Pergerakan Mahasiswa Madura (Prahara) Haidar Ansori yang menyebutkan bahwa Pamekasan merupakan kabupaten Plt.

Taufiq yang juga dosen tidak tetap pada jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam di IAIN Madura ini selanjutnya menambah narasumber yang memiliki pemikiran sama dengan Haidar Ansori dan didukung oleh suara sebagian anggota legislatif, dengan narasumber pembanding Sekda Pemkab Pamekasan Totok Hartono.

Pada intinya, Sekda Totok Hartono menjelaskan, bahwa kekosongan pejabat eselon II karena beberapa hal. Selain karena ada yang sudah pensiun, ada juga yang dimutasi ke instansi lain dan ada yang karena meninggal dunia.

Selain itu, belum diisinya kekosongan tersebut karena Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam sedang mengajukan Raperda ke DPRD Pamekasan tentang merger OPD. Saat ini, kata dia, Raperda tersebut sudah masuk ke Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) dan sudah dibahas. Kemungkinan, bulan Maret 2020 Raperda tersebut sudah disahkan.

“Raperda tentang merger OPD sudah dibahas. Kekosongan pejabat tersebut masih akan berlangsung sampai bulan Maret. Jika Raperda sudah disahkan, langsung tancap gas” ujar Totok Hartono, saat ditemui di depan ruang kerjanya, demikian seperti yang dinarasikan Taufiq yang juga dosen IAIN Madura ini.

Di samping itu, panitia seleksi pengisian jabatan yang sudah dibentuk, sedang bekerja untuk menyeleksi calon pejabat yang akan naik dari eselon III ke eselon II. Sedangkan untuk eselon III dan eselon IV, administrator, pengawas dan pejabat yang setara, cukup dibahas di Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat).

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam saat rapat paripurna tentang Nota Penjelasan Bupati mengenai Raperda tentang APBD Kabupaten Tahun 2022, Senin (11/10/2021), menjelaskan, bahwa banyaknya jabatan Plt di beberapa OPD, sebenarnya juga menjadi salah satu strategi agar pejabat yang ingin promosi mampu menunjukkan kinerjanya. Meskipun kondisi tersebut bukanlah indikator utama.

“Dalam reformasi birokrasi, sekarang sudah timsel, dan ada yang baru pensiun, di beberapa kabupaten itu menjadi strategi, kenapa strategi? Karena kalau sudah masuk eselon II, itu tidak bisa diturunin ke eselon III lagi, sehingga dicoba dulu kinerjanya bagus atau nggak. Itu sebagian dari strategi, bukan indikator utama,” tegasnya.

Bupati muda ini mencontohkan, Kabupaten Banyuangi yang beberapa waktu lalu menjadi kabupaten terbaik di Indonesia kondisinya sama. Terdapat OPD yang dijabat Plt selama kurun waktu bertahun-tahun.

“Jadi begini, di Banyuangi yang kemarin jadi kabupaten terbaik itu, ada satu dinas empat tahun diisi oleh Plt,” terangnya.

Adanya kekhawatiran jabatan Plt memperlambat kinerja pemerintahan langsung ditepis oleh bupati murah senyum tersebut. Menurutnya, dengan jabatan Plt justru membuat pejabat menunjukkan kinerja lebih baik.

“Justru disitu dia menunjukkan kinerja, sekarang kalau sudah eselon II terus nggak kerja gimana? Apa punishment-nya? Jadi lambat kan, kalau masih eselon III mau ke eselon II bekerja luar biasa,” jelasnya lagi.

Dia menegaskan, dalam proses lelang jabatan di lingkungan Pemkab Pamekasan dipastikan tidak ada jual beli jabatan. Karena pemerintahan bersih menjadi kewajiban selama kepemimpinannya.

Melalui cara ini, bupati ingin agar kinerja dan tata kelola pemerintahan di Pamekasan labih baik. (PAMEKASAN)

%d bloggers like this: