October 14, 2021

pamekasan.net

Pusat Informasi Pamekasan

Capaian Vaksinasi COVID-19 di Pamekasan Tak Sesuai Klaim Baddrut Tamam

PAMEKASAN – Capaian pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur ternyata tak sesuai klaim yang disampaikan Bupati Baddrut Tamam, bahkan kabupaten dengan tagline “Pamekasan Hebat” ini termasuk kabupaten dengan cakupan vaksinasi terendah di Jawa Timur bersama tiga kabupaten lain di Pulau Madura, serta Kabupaten Lumajang.

Sebelumnya Baddrut mengklaim, cakupan vaksinasi COVID-19 di Kabupaten Pamekasan telah mencapai 70 persen dari total jumlah penduduk yang tersebar di 178 desa dan 11 kelurahan se-Kabupaten Pamekasan.

Capaian vaksinasi 70 persen di Kabupaten Pamekasan itu, demikian seperti dilansir jatimtimes.com pada 27 Juni 2021, karena beberapa klaster vaksinasi telah selesai dilakukan, seperti klaster pemerintahan, guru, tokoh, media, dan beberapa klaster lainnya.

Klaim Bupati Baddrut Tamam yang menyebutkan capaian vaksinasi sudah mencapai 70 persen di Kabupaten Pamekasan itu, tidak hanya disiarkan di satu media, akan tetapi menyebar di berbagai media online lainnya.

Faktanya, Kabupaten Pamekasan termasuk kabupaten dengan capaian vaksinasi rendah di Jawa Timur. Hal ini terungkap berdasarkan rilis Pemprov Jatim pada 16 Agustus 2021, yang disiarkan di situs resmi Pemerintah Provinsi itu pada 18 Agustus 2021.

Melalui informasi yang disiarkan laman: jatimprov.go.id tertanggal 18 Agustus 2021, terungkap bahwa, capaian vaksinasi yang mencapai 70 persen sebagaimana diklaim Bupati Pamekasan Baddrut Tamam itu, ternyata bukan di Kabupaten Pamekasan, akan tetapi di kabupaten/kota lain.

Data dari Satgas COVID-19 Jatim per Senin (16/8/2021) pukul 17.00 WIB menyebutkan, memang ada sejumlah daerah yang telah melampaui 70 persen vaksinasi untuk dosis pertama. Yakni di Kota Surabaya sebanyak 1.654.900 atau 74,61 persen dari target vaksinasi. Sedangkan untuk dosis kedua mencapai 51,09 persen atau menyasar 1.133.211 penduduk.

Selain Surabaya, juga ada Kota Mojokerto. Capaian vaksinasi dosis pertama di Kabupaten Jombang telah menyasar 562.100 penduduk atau 55,11 persen. Sedangkan, untuk dosis kedua mencapai 32,89 persen atau menyasar sebanyak 335.482 penduduk.

Namun masih ada lima daerah dengan capaian vaksinasi terendah di Jatim, demikian jatimprov.go.id, yakni di Bangkalan, Sumenep, Pamekasan, Sampang, dan Lumajang. Di Sumenep misalnya, capaian vaksinasi dosis pertama baru 9,22 persen dan untuk dosis kedua baru 4,32 persen. Kemudian di Bangkalan, capaian vaksinasi dosis pertama baru menyentuh angka 10,00 persen dan vaksin kedua hanya 5,23 persen.

Sementara di di Sampang baru menyentuh 7,38 persen penduduk untuk dosis pertama, dan dosis kedua masih 3,18 persen. Sedangkan di Pamekasan untuk vaksin pertama juga masih menyentuh 9,84 persen penduduk dan dosis kedua hanya 5,33 persen.

Sebelumnya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menargetkan, vaksinasi bisa menyasar 31.826.206 penduduk Jatim.

“Target vaksinasi di Jatim 31,8 juta. Kita berharap ada percepatan dropping dosis vaksin ke Jatim. Karena warga Jatim semangat sekali ikut vaksinasi,” ujar Khofifah beberapa waktu lalu.

Selain itu, menurut data Satgas COVID-19 Jatim per Senin (16/8/2021), selama PPKM Darurat diberlakukan, yakni periode 3 Juli – 15 Agustus 2021, maka Jatim telah membaksin 4.466.581 penduduknya. (PMK/Ainur)

%d bloggers like this: